Pada tanggal 17 April 2019, seluruh daerah di Indonesia secara serentak mengadakan pemilihan lembaga legislatif dan pemilihan presiden. Di Indonesia terdapat dua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Maka, tidak heran kalau masyarakat Indonesia terbelah menjadi dua. Bahkan saling menghujat dan menjatuhkan hanya karena dua perbedaan.
Kalau menurut saya, seharusnya perbedaan pilihan itu tidak membuat masyarakat Indonesia tidak terpecah. Bahkan seharusnya tetap bersatu. Kita harus memiliki prinsip bahwa siapapun yang terpilih menjadi presiden dan wakil presiden kita percaya bahwa mereka lebih tahu tentang persoalan yang banyak terjadi di negeri ini. Kita percayakan pada mereka bahwa mereka dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik.
Mari kita sama-sama jaga kondusivitas suasana menjelang pemilu ini. Karena perbedaan itu tidak seharusnya membuat kita terpecah belah, saling menjatuhkan, saling menghujat, dan sebagainya.
Di Indonesia terdapat dua calon presiden dan calon wakil presiden, yaitu Joko Widodo-Ma'ruf Amin (nomor urut 1) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (nomor urut 2). Pada tanggal 17 April itu pula pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan legislatif. Tentunya kita berharap bahwa calon yang terpilih nanti dapat mewujudkan dan merealisasikan janji-janji yang pernah diucapkannya sewaktu kampanye kepada masyarakat. Tidak hanya sekedar janji-janji kosong belaka yang dapat membuat masyarakat kecewa. Kita juga tentunya berharap bahwa calon yang terpilih nanti akan bisa merubah dan membawa Indonesia ke arah kemajuan yang pesat dan sejajar dengan negara-negara maju yang lainnya, baik dari segi infrastruktur, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan lainnya. Ayo, kita dukung siapapun yang terpilih nanti dan percayakan pada mereka yang lebih tahu tentang persoalan yang ada di negara ini.
Penulis artikel
Fernanda Putra Pratama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar